Showing posts with label fact. Show all posts
Showing posts with label fact. Show all posts

Thursday, May 17, 2012

Warna dalam tanda tanya

Sinar memantul masuk melalui pupil mata
Mencipta aneka bentuk dan rasa dunia
Refleksi warna menawarkan keindahan tiada tara
Di terima akal sehat manusia yang berkelana

Hari ini, selasa 15 Mei 2012, langkah ku menuju tahta dunia diringi sinar matahari yang teduh. Diatas kereta mengendarai angin, bersama puluhan pencari materi lainnya menuju singasana masing-masing. Dari atas, terlihat ratusan mobil berseliweran entah kemana. Dengan bentuk dan warna yang beraneka, seperti manik-manik yang mengalungi leher dan tangan sang ibukota. Bergeser sedikit, terlihat gedung-gedung tinggi menjulang dengan segala aktivitas didalamnya. Terlintas pemikiran, keindahan ini apakah akan terlihat sama jika hitam putih?

Batin ku menjawab tidak. Pengetahuan kita tentang warna yang membuat segala menjadi lebih indah. Merah, kuning, hijau, biru, ungu, putih, dan hitam melakukan kombinasinya sendiri sehingga menciptakan sensasi khas untuk mata kita. Warna juga yang kemudian menjadi kerativitas tanpa batas seseorang seperti di TV, baliho, lukisan, gambar, dan lain-lain.

Laptop terbuka, internet terpasang. Ku ketikkan “apa itu warna?” dimesin pencari. Hasilnya? Membingungkan. Tak pernah terpikir sebelumya bahwa warna dan segala macam keajaibannya merupakan terapan fisika sederhana yang menakjubkan.

Warna adalah spectrum tertentu yang terdapat didalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer.
wikipedia

Secara sederhana, warna adalah gelombang cahaya yang ditangkap oleh indra pengelihatan. Mata manusia mampu menangkap gelombang warna berkisar antara 380 - 780 nanometer. Dalam peralatan optis, warna bisa pula berarti pemahaman yang dimiliki oleh otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya: merah, hijau, dan biru, yang digabungkan dalam komposisi tertentu. Misalnya pencampuran antara 100% persen merah, 0% hijau dan 100% biru akan menghasilkan interpretasi warna magenta
wikipedia

Kagum dan terkesima, tidak menyangka bahwa dalam denyut kreatif dan imaginatif, mengalir darah dan nafas yang ilmiah

- In creative we live, in science we trust - MMT batch 2 GroupM
GroupM Interaction Indonesia




Sunday, May 13, 2012

Industri Radio di Indonesia

Terkadang beberapa orang berpendapat sebagai generasi muda yang mengganggap diri mereka sebagai Y generation,  merasa sudah tidak lagi menggunakan media-media konvensional untuk menyampaikan pesan. Media konvensional ini pun semakin lama semakin ditinggalkan dan dianggap remeh. Dianggap tidak lagi memberikan dampak yang efektif untuk menyampaikan suatu pesan.

Kini cacingrating mencoba sharing tentang industri radio Indonesia yang sebenarnya masih relevan dan efektif untuk menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. Sharing ini berasal dari sesi MMT batch 2 GroupM mengenai Radio Indonesia yang disampaikan oleh Mas Dudu Abdullah, Mas Teguh, dan Mas Syahril. Mengapa radio masih sangat relevan dn mempunyai dampak yang cukup besar seperti TV?


Radio hingga saat ini masih sangat relevan digunakan di Indonesia karena secara geografis negara Indonesia adalah kepulauan, dimana TV tidak dapat dijangkau oleh masyarakat Indonesia seluruhnya apalagi hingga ke pelosok. Beberapa daerah seperti Gorontalo dan Sumedang bahkan termasuk daerah blank spot untuk penyiaran TV.

Kelebihannya adalah dapat menjangkau daerah pelosok karena stasiun radio di Indonesia sendiri berjumlah 1.850 stasiun yang 50%nya tersebar di Jawa, 20% di Sumatra, dan 30% di pulau lain. Stasiun radio ini diantaranya adalah stasiun radio nasional dan lokal.

Tanpa disadari justru radio lokal yang tersebar inilah yang menjadikan radio sangat relevan untuk menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Salah satu keunikan dari radio lokal disini pun terlihat, pendengar radio dan penyiarnya memiliki relationship yang kuat karena terdapat komunikasi personal antara keduanya. Selain itu, radio lokal lebih dekat dengan orang-orang yang berada di rural area karena biasanya di saat mereka melakukan siaran, mereka menggunakan bahasa atau dialek lokal yang lebih dimengerti ketimbang bahasa Indonesia itu sendiri.

Sekian dulu pembahasan singkat tentang radio dari cacingrating semoga membuka wawasan kita bersama dan jika ingin menambahkan atau memberikan saran, cacingrating sangat bersedia menerima.. :)
MMT Batch 2 GroupM
GroupM Interaction Indonesia

Saturday, May 12, 2012

Fact about Radio

Radio has been the largest mass media options in Indonesia in terms of quantity, there more than 1850 stasions a cross the country. And still as a second media after television viewers
~IMS Wave 2 2010~

From MMT Batch 2 GroupM session: Radio Indonesia
By: Dudu Abdullah
GroupM Interaction Indonesia

Thursday, April 26, 2012

5 Visi GroupM

  1. We are Pioneer
  2. Focused on Excellent
  3. Life Should be Fun
  4. Respect Individuality
  5. The Power of One
MMT Batch 2 GroupM
GroupM Interaction Indonesia